Senin, Juni 22, 2020

suka duka jadi ASN guru

Awal jadi ASN dimulai ketika mengikuti tes seleksi tahun 2018 akhir (#ASN2019), gagal tahap pertama P1, namun karena nilai masih tinggi jadi untuk pemenuhan kuota dari 2 orang akhirnya bisa ikut tahap seleksi selanjutnya atau tahap 2, alhamdulillah lolos dan diangkat jadi CPNS periode 2019 dan melaksanakan latihan dasar hingga pengangkatan resmi tahun 2020 sudah jadi PNS di salah satu SMA di Jawa Tengah.

Cerita ini saya buat selain sekadar pengisi waktu kosong yang 'begitu banyak' pada keseharian saya sekarang, juga mungkin bisa jadi referensi untuk yang punya cita-cita jadi ASN atau jadi pelayan masyarakat (katanya sih!).

Jujur, tidak ada keinginan sedikitpun bagi saya untuk menjadi seorang ASN apalagi ASN guru, awal saya mengikuti tes waktu itu posisi sedang berusaha menyelesaikan Tesis di salah satu universitas negeri di Jawa Tengah, harapan bisa jadi seorang dosen di salah satu universitas di indonesia entah swasta ataupun negeri, n punya usaha sampingan juga hehe... kenapa dosen, karena saya tipe yang tidak terlalu menyukai kerja pakai seragam,

maunya sih,,

Karena paksaan keras kedua orang tua yang juga PNS guru, jadi terpaksa ikut, 

telepon tahap 1
ortu: "lagi ada penerimaan PNS sekarang, ikut tes juga adik2 juga ikut, dokumen udah papa scan semua ini tinggal didaftarkan"
me: "aku masih tesis"
ortu: "usiamu sudah tua (26 tahun :| ), kapan lagi ada kesempatan, tahun depan belum tentu ada penerimaan," 
me: "apa ga sebaiknya aku nyudahin tesis dulu, klo semester ini selesai nnti klo ada penerimaan lagi, bisa ikut seleksi dosen sekalian di sumatera,"
ortu: "daftar duluuuu !!!, lihat temen mu yang lain itu udah pada kerja udah pada nikah,"
me: dalam hati cuma berkata, "apalah dayaku yang masih meminta sokongan hidup dari orang tua ini"

telepon tahap 2
me: "pah, kayak nya di sumatera belum ada penerimaan guru TIK, udah dicari beberapa kali tapi ga ada, gmana klo coba tahun depan aja"
ortu: "klo di sumatera ga ada ya cari dijawa disktr tmpat kuliah, siapa tau atau penerimaan, nnti setelah lolos 5 tahun lagi baru mikir pindah (titik)". Padahal perdasarkan peraturan baru usul pindah ASN baru bisa diajukan setelah masa kerja 10 tahun.
me: dengan berbagai pertimbangan, akhirnya mutusin semuanya kepada Allah, "ya Allah jika memang takdirku untuk lolos di Jawa aku ikhlas melepas ambisiku, dan jika memang lolos berarti memang sudah takdir ku tidak tidak kembali lagi ke kampung halaman"

Ketika daftar, agak kesulitan juga mengikuti prosesnya walaupun sebenarnya sudah terbiasa berinteraksi dengan berbagai kemudahan teknologi (anak IT) pada saat mengikuti proses seleksi ASN 2019 mulai dari buat akun dan upload berkas diportal yang sedikit lambat, hingga proses pemberkasan yang tidak sedikit persyaratannya, 

tahap pertama seleksi administrasi lolos,

alhamdulillah, tetap saya bersyukur kepada Allah mengingat memang antusias masyarakat yang mengikuti seleksi yang tidak sedikit,

tahap selanjutnya adalah CBT, gagal... namun karena jumlah kuota tempat saya lamar masih kurang satu maka tahap selanjutnya adalah melalui seleksi nilai tertinggi, masih lolos... safe, biarpun urutan terakhir dari empat peserta, salah satu peserta yang sudah lolos P1 atau seleksi tahap satu memang sudah dipastikan mendapat satu kursi artinya pesaing saya tinggal dua anak. Kebetulan juga teman satu jurusan walaupun belum terlalu akrab. Tahap ini, masih lolos haha

Sempat juga dimahari melalui telepon karena tidak memberi tahu kabar nilai, lantaran dilingkungan kerja ditempat orang tua saya beritanya sangat luar biasa menggelegar, niatnya nya sih mau kasih kejutan sampai pengumuman resmi, tapi apalah daya diri ini yang sudah diintervensi habis-habisan,

Setelah pengumuman resmi selesai, badan langsung drop, meriang, mungkin karena terlalu capek,

Masuk tahap terakhir yaitu tahap pemberkasan, jadi kalau kalian kira proses pendaftaran CPNS itu persyaratannya sudah sangat banyak, maka disini kalian akan menemukan peryaratan berkas lain juga yang lebih banyak mulai dari surat sehat, surat narkoba, surat jiwa, skck, sertifikat hasil belajar, surat perjanjian yang ditulis tangan dan beberapa dokumen lainnya,

Untuk CPNS Pemrov Jateng pemberkasan dilakukan didaerah Boyolali, sempat ada kejadian konyol ketika tahap pemberkasan, lantaran di grup telegram terlalu banyak peserta yang bertanya, dan terlalu banyak informasi yang bersifat rancu, salah satunya adalah pemberkasan harus menyertakan dokumen asli, berkas yang dimaksud adalah ijazah terakhir, panik karena tidak bawa dokumen asli, akhirnya mutusin balik lagi ke Semarang jam 1 malam, horor, sudah pasti... disaat semua mobil berat memutuskan berhenti dipinggir jalan, saya maju tanpa tanpa halangan yang berarti, sampe Semarang jam empat, ambil dokumen langsung balik lagi Boyolali, dengan sedikit menggigil karena waktu kembali ke asrama kondisi jalan hujan, langsung mandi, no sarapan, dan langsung ikut antrian pendaftaran pemberkasan, dengan kondisi mata merah dan pinggang sedikit nyeri (banyak pegalnya). 

Dan pas ngumpulin berkas, ternyata dokumen asli ga periksa, assssuuuu....sudahhhlahh..... yang penting urusan pemberkasan beres.

Balik lagi Semarang, trus tinggal tunggu pengumuman pembagian sk CPNS sekaligus penerjutan ke istansi kerja masing-masing.

Awal mulai masuk kerja pada bulan Maret, namun sempat datang terlebih dahulu ke sekolah untuk alasan supaya kenal lingkungan. Awal masuk kerja, hal pertama yang saya lakukan adalah bengong. Selesai perkenalan, saya belum mendapat pekerjaan apapun sesuai surat tugas yang diberikan oleh pemerintah daerah sebagai tenaga pengajar, karena memang belum tahun ajaran baru.

Berusaha mengakrapkan diri dengan beberapa guru, sayapun mulai mencoba menjawab beberapa obrolan yang ditanyakan oleh guru-guru senior, 

asli mana?  usia berapa? kerja orang tua apa? punya saudara berapa? sudah punya pacar? sudah punya calon? sudah tunangan? sudah menikah? sudah punya anak? punya niat nikah usia berapa? AGAMAnya apa?

Hampir satu minggu kerja, hal yang baru mulai dikerjakan adalah berbagai persyaratan mulai dari surat tugas, melengkapi data dan beberapa syarat administrasi lainnya. Kadang ikut bantu-bantu beberapa tugas yang diberikan oleh wakil kepala sekolah.

Urusan komunikasi, sampe sekarang kadang masih agak canggung, bagi kalian yang semasa kuliah suka nonton Kdrama, variety show, game, anime, musik, ngomongin masalah film-film bioskop yang lagi trend, cari tempat hangout atau ngobrolin masalah ekonomi makro, investasi, masalah politik internasional atapun hal lainnya yang lagi hits, saya sarankan untuk mulai belajar ikhlas karena hal-hal tersebut sudah bakal jarang sekali dibahas, bahkan klo diinstansi saya tidak ada sama sekali. Kebanyakan yang dibahas ditempat kerja saya adalah masalah penghasilan, pemberkasan untuk usul kenaikan pangkat, keluarga, anak, bahkan cucu, apalah dayaku yang masih tunggal ini. Yups, gap generation memang memiliki perbedaan yang besar diinstansi pemerintahan. Alasannya, karena rekrutmen yang dilakukan pemerintah tidak dilakukan secara rutin berkala dalam periode waktu yang tetap, bahkan baru bisa diadakan rekrutmen ASN baru pada akhir periode kepemimpinan pemerintah tertentu. Sehingga rentang usia yang masuk dalam suatu lembaga menjadi sangat besar, akibatnya bukan hanya terjadi perbedaan usia tapi juga perbedaan pandangan hidup. 

Baby boomer v millenial

Sebulan lebih kerja, dapat panggilan tugas dari BKD Jateng untuk melakukan pelatihan dasar ASN atau latsar, katanya latsar itu ajang push up, bentak, dan lain sebagainya sebagai sarana pembentukan mental, beruntungnya karena giliran saya dilaksanakan bertepatan bulan ramadhan jadi kegiatannya kebanyakan dilakukan di dalam kelas. Makan dan penginapan pun juga ditanggung pemerintah Jateng selama kegiatan, jadi tinggal mengikuti pelatihan tanpa harus mikir 'bayar berapa', benar, memang pada seleksi periode 2019 dapat saya katakan pelaksanaannya 100 % BEBAS dari praktik korupsi bagi para peserta. Istilah lain juga untuk latsar tersebut adalah ajang cari jodoh, mulai dari yang single mencari yang single, bahkan yang married pun beberapa juga ada yang tidak mau kalah saing haha. 

Banyak yang diajarkan oleh para Widyaiswara atau pengajar atau pelatih yang memberikan materi selama kegiatan. Kalau mau saya simpulkan inti kegiatannya adalah mengajari para ASN untuk menjadi generasi yang bersih dari korupsi, memiliki etos kerja yang baik, disiplin, dan memberikan pelayanan yang baik pada masyarakat sesuai dengan instansi kerjanya masing-masing.

Sekali lagi, menjadi generasi yang bersih dari korupsi, memiliki etos kerja yang baik, disiplin, dan memberikan pelayanan yang baik pada masyarakat sesuai dengan instansi kerjanya masing-masing.

Selesai latsar masuk lagi ke instansi tempat saya bekerja, hampir beberapa bulan setelah kegiatan pelatihan dasar, kegiatan yang saya lakukan disekolah jujur masih sama seperti awal saya masuk kerja. 

Urusan gaji, sebagai CPNS atau Calon Pegawai Negeri Sipil belum bisa terima gaji penuh tanpa tunjangan apapun, hanya sebesar 80% dan dirapel dari awal mulai kerja hingga bulan ketiga namun ini tergantung kebijakan instansi masing-masing. Jumlahnya Rp 2.100.000,- x 3. Selama setahun ASN atau PNS gajian sebanyak 14 kali gajian. Hal ini bukan aturan baku, karena tergantung dari kebijakan pemerintah pusat dan daerah tempat bekerja masing-masing pada periode tersebut. Awal terima gaji, langsung masuk tabungan buat ganti sisa tabungan yang terpakai karena beli berbagai perlengkapan seragam serta jait seragam kerja dan keperluan barang buat kerja (ingat ini paket single ya, klo udah married saya ga tau). Tidak perlu diperinci pengeluarannya, yang jelas ditabungan plus uang saku sisa cuma 3jutaan. 

Dari gaji tiap bulan selama setahun awal 2.100.000 dipotong 500ribu buat bayar kos, 200ribu tabungan, 200ribu buat investasi portopolio, dari kuliah semester empat emg udah biasa investasi karena saya bukan menganut paham 'hemat pangkal kaya'. Jadi sisa ditangan cuma 1.100.000, karena ga masak jadi biaya sekali makan sekitar 30.000 x 30 =900.000 untuk tiga kali makan, murah kan, padahal ditempat saya kerja harga makanan rata-rata sekitar 12ribu, jadi terpaksa tiap awal bulan nyetok mi rebus, n jatah makan juga dibuat dua kali sehari, sisanya buat bensin, alat mandi, dan keperluan yang 'seperlunya saja'. Awal nerima gaji saya juga sudah memutuskan untuk tidak terima uang saku lagi dari orang tua. Jujur karena alasannya udah males biar bisa mandiri untuk ngambil keputusan hidup. 

Jadi klo yang mau daftar PNS karena hidupnya makmur, eitss tunggu duluuu.... cobaan hidup anda baru dimulai sekarang bung, bagi para ASN guru, klo ASN kementrian n pusat nasibnya agak beda karena tanggung jawab mereka juga lebih besar cakupannya. 



"Jadi ASN itu status sosial pasti naik, tapi status ekonomi belum tentu"



Urusan informasi, dalam dunia birokrasi ada istilah lain juga, 

"Jika bisa dubuat lambat, kenapa harus cepat"

Dalam hal ini pandangan saya agak sedikit berbeda, mungkin hal yang sering terjadi dalam pandangan masyarakat adalah kerja PNS lambat karena pengen cari duit, klo ga ada duit urusan lambat, tapi klo ada duit urusan jadi cepat. Hal ini tidak sepenuhnya benar, memang disetiap instansi kerja bukan cuma lembaga negeri tetapi juga swasta selalu ada oknum yang memiliki perilaku korup. Namun, dalam pandangan saya apa yang menyebabkan proses kerja dipemerintahkan terkadang suka berjalan lambat karena sebagian besar proses kerjanya masih berjalan secara sekuensial (klo diibaratkan pada rangkaian listrik seperti rangkaian listrik seri), karena memang sistem pemerintahan Indonesia adalah sistem pemerintahan yang diadaptasi dari jaman kolonial Belanda.

loh bukannya sudah banyak sistem-sistem online?

Sebagai sarjana komputer, apa yang saya pelajari dari proses pembuatan sistem informasi salah satunya adalah proses bisnis, proses bisnis adalah kegiatan bisnis atau kegiatan kerja yang terjadi didalam suatu lingkungan kerja berupa transaksi barang, jasa, atapun juga informasi. Dengan hasil perancangan proses bisnis yang telah dibuat, selanjutnya blue print proses bisnis tersebut dituangkan dalam aturan teknis, untuk diterjemahkan melalui bahasa mesin atau pemrograman yang produk akhirnya adalah sistem. 

Jika berkaitan dengan dunia birokrasi, artinya proses bisnis yang ada didunia birokrasi itulah yang akan diterjemahkan kedalam sistem online

tapi koq kalo sistem online-online yang biasanya ada kayak Facebook atau gojek jalannya cepat?

untuk beberapa perusahaan startup proses bisnis yang mereka gunakan biasanya tidak mengadaptasi dari proses bisnis lama atau yang sudah pernah berjalan sebelumnya, tapi memang membuat dari awal dan dilakukan pengembangan terus menerus, jadi bisa dibilang memang sistem baru dan terlepas dari pakem-pakem atau aturan proses bisnis lama yang sudah pernah dipakai. 

Makanya kadang kalau saya buka web dari pemerintah sama buka web dari sosial media suasana hati juga kadang ikut-ikutan berubah.

Belum lagi kalau diperhatikan, era perkembangan internet mulai populer adalah sekitar awal 2000an di Indonesia, sementara para pegawai yang telah mengabdi di lembaga isntansi pemerintahan sudah bekerja jauh sebelum tahun tersebut.

Jadi jangan negatif thinking dulu ya guys,

Alhamdulillah selama saya bekerja di naungan pemerintah Jawa Tengah sampai sekarang belum pernah merasakan yang namanya pungli, cuma klo urusan pengajuan berkas memang harus sedikit (banyak) harus super sabar. Pernah punya pengalaman pas mau mengajukan usul NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga kependidikan) ke Dinas Pendidikan, ternyata pas udah sampai dikantor malah disuruh ke Cabang Dinas Terlebih dahulu untuk minta surat pengantar padahal posisi kantornya lebih jauh daripada Dinas Pendidikan itu sendiri, hari besoknya sambil numpang mobil sekolah ampai di Cabang Dinas disuruh melengkapi berkas secara online terlebih dahulu, jadi terpaksa kembali lagi ke sekolah tempat kerja. Setelah isi berkas, ternyata masih nunggu konfirmasi dari pihak pusat apakah dokumen scan yang diajukan telah divalidasi atau belum, entah kenapa semua proses ini berjalan mundur.

Alhamdulillah sudah setahun kerja, sekarang sudah nerima SK PNS, gaji sudah full 100% 2,5jutaan ditambah tunjangan dari pemerintah daerah atau TPP masih paket single, klo udah married nanti dapat tunjangan tambahan, tapi ga usah mikir besarannya diangka jutaan, setidaknya dapat daripada tidak sama sekali. Untuk TPP nilai besarannya berbeda antara jabatan strukturan dan fungsional, klo guru yang fungsional sesuai waktu peraturan yang berlaku nilainya 1,6juta, klo struktural nilainya 5juta, jomplang jauh.

Pernah juga sengaja datang ke bank tanya nilai pinjaman uang klo mau gadai SK PNS, ternyata nilai pinjaman yang bisa diangsur cuma sebesar nilai gaji pokok, TPP tidak berlaku, jadi walaupun ASN struktural, jadi kalau masih awal golongan, IIIA atau IIB, kredit rumah saja masih belum mampu, bahkan KPR pun masih harus nyiapin DP dari rumah yang mau dibeli. Itupun kalau mau konyol menghabiskan gaji pokok buat angsuran ke bank.

Tapikan kerja jadi ASN santai ga perlu ngejar-ngejar target?

Ya, jika saya bandingkan dengan beberapa teman kuliah yang kerja diperhotelan, dan industri, kerja jadi ASN memang lebih santai. Namun, kalau saya pribadi terkadang merasa sedikit rugi, karena saya bukan tipe yang suka menunggu rejeki datang, apalagi waktu muda adalah waktu paling optimal untuk membangun karir, saya membuat blog ini juga dengan alasan cari penghasilan tambahan dari Adsense (kalau berhasil),

Bagi kalian yang memutuskan jadi seorang ASN apalagi guru, mungkin ini bisa jadi sedikit pertimbangan. Jadi ASN bisa dibilang tidak sekadar cuma cari kerja, tapi lebih seperti jadi pilihan hidup, karena ketika sudah lolos, kalian sudah terikat kontrak dengan rentang waktu yang tidak sebentar, belum lagi mobilitas kerja yang tidak pleksibel seperti di perusahaan swasta, setiap kali mau keluar selain cari makan, harus mendapat ijin dari pimpinan. Bukan sok idealis, mengatakan klo jadi guru adalah panggilan jiwa untuk mengabdi mencerdaskan generasi bangsa, tapi jika salah satu alasan jadi guru adalah karena jam kerjanya lebih santai dan gaji lancar meskipun prestasi siswa masih kesasar, sebaiknya pikir lagi apa benar tujuan jadi guru tersebut memang untuk mengabdi atau sekadar cari aman ketika masa pensiun datang. 

Mungkin ini adalah sedikit cerita yang bisa saya berikan kepada semua, beberapa diantara yang membaca artikel ini mungkin memiliki pengalaman yang sedikit sama, atau juga mungkin lagi galau sama kerjaan sekarang, atau juga punya pengalaman lain yang lebih unik bisa langsung saling sharing aja di kolom komentar, daripada curhat sama atasan malah kena marah, dikira ga kerja, atau juga masih ada hal lain yang kalian penasaran juga bisa ditanyakan langsung lewat kolom komentarnya,,








Related Posts

suka duka jadi ASN guru
Oleh

mohon untuk melakukan koreksi jika terdapat kesalahan pada penulisan blog ini,