Kamis, Juni 25, 2020

Kenapa Penipuan Online Banyak Terjadi di Indonesia

Jadi dulu pas awal bulan gajian setelah pengangkatan PNS, saya berniat untuk membelikan adik-adik saya hadiah sepatu. Niat nya sih mau langsung tunai, tapi karena rekomendasi kuat dari pacar akhirnya mutusin untuk beli secara online. Trus cari-cari barang via IG, setalah nemu jenis barang yang cocok kemudian Cek nomor yang tertera di IG, trus langsung kontak seller nya, chat...chat...chat, sampe selesai trus transfer uang sejumlah 300K ke seller nya via bank BT*N. Habis di chat, malemnya di tungguin apakah seller bakal ngirim resi pengiriman barang atau ga, awalnya sempat di bales trus kemudian di blok, dan setelah beberapa menit ditunggu tetap tidak dapat balasan akhirnya fix menyimpulkan kalau saya telah tertipu.

Karena kesal, akhirnya mutusin buat lapor polisi besoknya,

Cuma sebelum berangkat coba-coba siapin barang bukti berupa bukti transfer sama screenshot bukti chat-chat dengan seller yang didapat melalui IG. Besok paginya saya sama pacar saya langsung berangkat ke polsek yang ada di daerah Jawa Tengah. Sebelumnya, pas malem  hari juga udah sempat cari beberapa referensi artikel di Internet tentang cara menangkap penipu online dan nemu beberapa artikel yang berisi referensi tentang cara penangkapan sindikat penipuan online oleh polisi. Di artikel itu dijelasin beberapa teknik yang bisa digunakan untuk penangkap sang penipu. 

pertama, lacak IMEI, cara ini dilakukan oleh polisi dengan menerima barang bukti no hp penipu. Dari nomor hape kemudian polisi akan melakukan telusur bekerja sama dengan operator seluler untuk menemukan Nomor IMEI/ESN serta merek produk dan tipe hape yang dipergukan si penipu untuk kegiatan penipuannya.

kedua, lacak lokasi langsung menggunakan satelit. Teknik ini biasanya digunakan jika nilai kerugian yang diderita korban sudah sangat besar tapi saya kurang tahu berapa nominalnya.

ketiga, lacak menggunakan IP Address, IP Adress itu adalah yang disediakan oleh website tertentu untuk melakukan komunikasi pada jaringan, ada dua jenis IP yaitu Statis dan Dinamis. IP Statis adalah alamat IP akan bersifat tetap, IP Dinamis adalah alamat IP yang kode nya berubah ubah, biasanya IP dinamis digunakan oleh yang menggunakan jaringan internet via modem atau mobile browser). Dengan melacak alamat IP polisi dapat mengetahui letak atau lokasi terakhir dilakukan transaksi oleh si penipu.

keempat, lacak menggukana rekening, dalam hal ini polisi bekerja sama dengan pihak bank untuk mengetahui pengguna akun yang melakuan transaksi dan lokasi dari transaksi terjadi. 

lima, lacak menggunakan barang yang dikirim. Setiap barang yang dikirim atau ditransfer biasanya pasti meninggalkan sidik jari dari si pengirim dari situ bisa dilacak dari mana sumber barang tersebut dikirim.

Setelah baca tulisan dari artikel tersebut saya pun berkesimpulan kemungkinan untuk menemukan penipu tersebut sangat besar. Setelah sampai dikantor polisi kamipun langsung menemui polisi piket namun karena masih sepi jadi menunggu dulu sekitar beberapa menit dibagian luar kantor. Awalnya sempat cerita-cerita dan ditanyai juga sama beberapa polisi lain yang sedang berada disitu. 

Setelah diinformasikan bahwa polisi piket sudah datang, kami pun langsung masuk dan memberitahukan keperluan datang ke kantor polisi. 

polisi: "ada keperluan apa mas?"
saya: "mau melaporkan kasus penipuan online pak"
polisi: "ketipunya apa?"
saya: "beli sepatu pak,"
polisi: "beli sepatunya dimana?",
saya: "di IG pak,"
polisi: "transaksinya di atm mana?"
saya: "atm dekat pom bensin daerah x sini pak"
polisi: "nilai kerugiannya berapa?"
saya: "300ribu pak"
polisi: "punya bukti transfernya?"
saya: "ini pak" trus nunjukkin bukti transfernya ke polisi.

Setelah itu, polisi pun bertanya lagi.

polisi: "terus keperluannya mau gimana mas?"

Mendengar pertanyaan ini saya pun agak sedikit bingung, padahal diawal saya sudah menjelaskan kalau tujuan saya datang kesini untuk melapor tentang kasus penipuan.

saya: "maksudnya gimana pak, yaa... saya datang ke sini mau lapor pak?"
polisi: "Yaa setelah anda melapor itu maunya gimana? apakah pelaku nya mau ditangkap? 
saya: ??? (3...2...1...) ???
saya: "ya.. kalau saya sih maunya ditangkap pak, trus uang saya kembali, kenapa emg pak?"
polisi: "jadi gini mas, kalau mau melaporkan kasus penipuan, disini baru bisa ditangani jika nominal kerugian sudah diatas 2.500.000. Itupun biasanya kalau saya lacak bisa dipastikan nomor pelaku itu berada dikawasan luar pulau, dan untuk melakukan penangkapan itu biasanya butuh biaya operasional, kalo dari sini (polsek) kita ga punya dana mas, kecuali dari masnya mau membantu operasional penangkapan, itupun harus berkoordinasi dulu ke pihak polda, dan walaupun pelakunya ketangkap biasanya barang bukti tersebut sudah tidak bisa ditemukan lagi, biasanya penipu itu langsung mencairkan uangnya melalui atm trus disembunyikan"

polisi: "dan yang lebih susahnya lagi, kalau lokasinya berada di luar negeri, dan bisa saya pastikan biasanya lokasi nomor yang ada ini pasti berada diluar pulau mas,"
polisi: "saya sendiripun pernah ketipu pas beli-beli online gini mas, waktu itu belinya lewat Facebook, trus pas saya lacak wilayahnya memang ada diluar pulau...saran saya, kalo mau belanja barang itu sebisa mungkin dihindari via online, klo mau aman ya COD saja, itupun ditempat yang ramai jangan dikawasan yang sepi, gimana mas??"
saya: "trus solusinya gmana pak?"
polisi: "kalau mau tindakan cepat, dari kami bisa bantunya cuma buat surat pemblokiran nomor rekening, nanti setelah selesai dibuat masnya langsung lapor ke atm yang bersangkutan supaya akunnya diblokir"
saya: "ya sudah pak gitu saja pak..."
polisi: "oke, sebentar..."

Setelah menunggu beberapa saat, ternyata surat perintah pemblokiran pun juga belum bisa di cetak, sempat beberapa kali printer di kantor tersebut dicoba untuk direstart. Sampai kemudian, datang polisi lain yang berada dalam satu kantor tersebut juga mencoba untuk bertanya, dengan pertanyaan yang sama seperti yang diajukan polisi sebelumnya. Selesai bertanya, polisi yang baru datang itupun memeriksa kembali bukti transfer dan ternyata ada kekeliruan bahwa bukti transfer tersebut tidak berasal dari kawasan kecamatan tempat saya tranfer, setelah diingat-ingat ternyata saya tidak melakukan transfer dilokasi tersebut (bodohnya saya), saya pun meminta maaf kepada polisi karena merasa tidak enak. Trus polisi yang baru datang itupun juga memberikan penjelasan tambahan

polisi2: "Klo masnya melakukan transaksi diluar wilayah kecamatan x, maka polsek sini tidak bisa proses, masnya harus melapor ke polsek dimana masnya melakukan transaksi, dikecamatan y, kenapa, karena kami juga nanti akan dimintai pertanggung jawaban dari pihak bank kenapa akun rekening bank ini harus diblokir padahal kejadiannya berada diluar wilayah pengawasan kami, dan itu juga saya yakin nomor rekening yang dipakai itu pasti bukan nomor rekening asli, atau pinjam nomor rekening orang lain, malah nanti urusannya juga tambah panjang kalau sampai pemilik rekening yang diblokir protes, dan melakukan lapor balik dari pihak sana, soalnya penipu online itu gitu mas, mereka pasti tidak pernah menggunakan akun asli, biasanya pakai akun orang lain, trus langsung dicairkan tunai, nomor hape yang dipakai pun biasanya setelah dapat satu korban yang kena tipu juga langsung dihapus, saran saya ini bukti transfer sama bukti percakapannya difotokopi terus lapor dipolsek tempat masnya melakukan transaksi ke penipu, atau bisa langsung ke polda, biasanya dipolda sudah punya tim siber untuk penanganan kasus penipuan online".

Mendengar hal tersebut pun kami pamit dan langsung keluar dari kantor polisi, dengan langkah gontai sedikit lemas, hasrat hati yang ingin memberikan hadiah kepada adik2ku dari hasil gajian PNS pun sirna, kamipun mampir diwarung makan yang berada dekat kantor polisi tersebut...dan daripada kecewa akhirnya memutuskan untuk beli langsung di mall, dan kirim paket langsung ke rumah...end story

Dari kejadian tersebut kemudian saya memahami alasan kenapa penipuan online masih banyak terjadi di Indonesia, bukan karena teknologi yang dimiliki pemerintah tidak cukup untuk menangani kasus tersebut, melainkan memang ada celah keamanan yang bisa dimanfaatkan si penipu. Karena tidak seperti menangkap kawanan begal atau perampok, yang biasanya peristiwa kriminalnya terjadi dalam radius yang dekat dengan kawasan pengamanan polisi, namun untuk kasus penipuan online kawasan pelacakan dan penangkapannya adalah seluruh indonesia, bahkan bisa dibilang masuk kawasan global. Dan sudah pasti biaya operasional yang digunakan untuk proses penangkapan tidaklah sedikit, dan secara prinsip ekonomis memang tidak efisien untuk menangkap penipu yang menipu uang 300ribu tapi mengerahkan unit dengan biaya operasional yang jauh lebih besar dari pada nilai penipuan. Karena pengalaman tersebut saya pun mulai berhati-hati dalam kegiatan transaksi online

Mungkin beberapa orang diantara pembaca juga pernah mengalami kejadian serupa, yuk sharing cerita melalui kolom komentar supaya pembaca lain juga jadi lebih awas kalo mau melakukan transaksi online





Related Posts

Kenapa Penipuan Online Banyak Terjadi di Indonesia
Oleh

mohon untuk melakukan koreksi jika terdapat kesalahan pada penulisan blog ini,