Minggu, Februari 10, 2019

Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Di bagian ini, kita akan membahas mengenai hakikat Penelitian Tindakan Kelas (selanjutnya disebut PTK) secara utuh. Keutuhan PTK dapat dipahami dari segi pengertian, prinsip-prinsip umum, karakter, alur logika, model-model PTK, sasaran atau objek, syarat bagi guru yang ingin melakukan PTK, dan prosedur melakukan PTK. Dengan memahami semua komponen tersebut diharapkan para guru dapat memahami dan melaksanakan PTK secara utuh. Setelah Anda membaca bagian dari artikel ini, diharapkan anda dapat memahami segala hal yang berkaitain dengan PTK, terutama segi-segi yang telah disebutkan diatas.

Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Secara harfiah, penelitian tindakan kelas berasal dari makna yang disadur dalam bahasa Inggris, yaitu Classroom Action Research, yang artinya action research (penelitian dengan tindakan) yang kegiatannya dilakukan dalam 'kelas'. berikut ini pendapat dari beberapa para hali terkait PTK.

Arikunto
Seorang ahli dibidang ini, yaitu Arikunto (2006) menjelaskan pengertian PTK secara lebih sistematis, yaitu:

pertama, Penelitian adalah kegiatan mencermati suatu objek dengan menggunakan cara dan aturan atau metodologi tertentu untuk menemukan data akurat tentang hal-hal yang dapat meningkatkan mutu objek yang diamati.

kedua, Tindakan adalah gerakan yang dilakukan dengan sengaja dan terencana dengan tujuan tertentu. Dalam Penelitian Tindakan Kelas atau PTK, gerakan atau aktivitas ini lebih dikenal dengan sebutan siklus kegiatan atau siklus aktivitas peserta didik.

ketiga, Kelas adalah tempat dimana terdapat sekelompok peserta didik yang dalam waktu bersamaan menerima pelajaran dari guru yang sama.

Dari ketiga pengertian diatas, yakni penelitian, tindakan, dan kelas, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah pencermatan dalam bentuk tindakan terhadap kegiatan belajar yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersamaan. Tetapi, selama ini telah terjadi kesalahpahaman tentang PTK, khususnya pada istilah 'kelas' dan 'tindakan'. 'Kelas' dalam konteks Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dipahami sebagai ruang tertutup yang dilengkapi dengan meja, kursi, dan papan tulis, serta menjadi rangkaian dari bangunan gedung sebuah sekolah. Padahal, yang dimaksud 'kelas' dalam Penelitian Tindakan Kelas adalah 'tempat' dimana terjadi proses belajar mengajar. Tempat belum tentu berbentuk kelas, tetapi sebaliknya, kelas (dalam artian fisik) pasti merupakan tempat.

Nah, yang menjadi inti adalah tempatnya, bukan kelasnya. Jadi, jika disebuah tempat atau lapangan, taman, atau emperan rumah terdapat sekelompok siswa yang sedang belajar bersama dan diajar oleh seorang guru, maka tempat tersebut telah memenuhi kriteria untuk disebut sebagai 'kelas'. Dengan demikian, PTK dapat dilakukan diberbagai tempat (tidak harus didalam ruang kelas) asalkan disitu terdapat sekelompok siswa yang belajar bersama dan diajar oleh guru yang sama pula.

Secara lebih tegas, Suharsimi menyebutkan bahwa akan lebih baik jika PTK disebut dengan istilah Penelitian TIndakan (PT) saja, tanpa mencantumkan 'kelas' didalamnya, sebab PTK juga dapat dilakukan diluar kelas. Bayangkan jika PTK dilaksanakan oleh guru olahraga, guru kimia, guru praktik yang menggunakan kegiatan dilapangan, laboratorium, dan bengkel sebagai kelasnya?

Kesalahpahaman lain terkait PTK adalah pada kata 'tindakan'. Selama ini, tindakan yang dilakukan guru banyak yang 'salah kaprah'. Artinya, banyak guru yang merasa bahwa dirinya telah melakukan tindakan yang tepat untuk memperbaiki proses pembelajaran, padahal sesungguhnya mereka belum 'bertindak' atau 'melakukan tindakan'. Misalnya, guru memberi tugas tertentu kepada siswa, tidak hanya satu tugas melainkan tugas dalam jumlah yang banyak. Kemudian, guru menuliskan apa yang telah ia lakukan tersebut (yakni, memberi tugas kepada peserta didik) dalam laporan PTK. Inilah bentuk 'salah kaprah' terhadap pemahaman kata 'tindakan' dalam PTK.

Bagaimana cara memahami 'tindakan' yang benar dalam PTK? cara yang benar yaitu guru melaporkan tindakan yang dilakukan siswa atau peserta didik ketika mereka melaksanakan tugas yang diberikan oleh guru. Jadi, tindakan peserta didiklah yang dilaporkan, bukan instruksi guru yang disampaikan kepada peserta didik yang menjadi laporan hasil tindakan dalam PTK.

Contoh, guru memberi tugas kepada siswa untuk mengukur luas bangunan jajar genjang. Maka, hal yang dilaporkan guru dalam PTK adalah aktivitas peserta didik dalam menjumlahkan, mengalikan, ataupun juga berbagai kegiatan ukuran yang tertera dalam jajargenjang tersebut, serta sejauh mana kemampuan mereka dalam menggunakan rumus-rumus jajar genjang.

Dengan demikian, proses belajar peserta didik dan hasil belajar yang mereka dapatkan dapat diketahui secara empiris, sehingga guru juga dapat 'mendiagnosis' berlangsungnya proses pembelajaran. Dari sini, guru dapat melihat kelemahan dan kelebihan pola pembelajaran yang telah diterapkan selama ini serta mampu mengambil tindakan-tindakan selanjutnya untuk meningkatkan kemampuan siswa. Inilah tujuan dari PTK yang sesungguhnya, yakni peningkatan proses belajar siswa atau peserta didik.

Carr dan Kemmis
Sedikit berbeda dengan pengertian sebelumnya, Carr dan Kemmis (McNiff,991) mendefinisikan PTK sebagai berikut:

"Action research is a form of self-refective enquiry undertaken by participants (teachers, students or principals, for example) in social (including educational) situation in order to improve the rationality and justice of their own social or educational practices, their understanding of these practices, and the situation (and institution) in which the practices are carried out."

Berdasarkan pengertian diatas, kita dapat menggarisbawahi beberapa poin penting tentang PTK, yakni:

pertama, PTK adalah suatu bentuk inquiry atau penyelidikan yang dilakukan melalui refleksi diri.

kedua, PTK dilakukan oleh peserta yang terlibat dalam situasi yang diteliti, seperti guru, peserta didik, atau kepala sekolah.

ketiga, PTK dilakukan dalam situasi sosial, termasuk situasi pendidikan.

keempat, Tujuan PTK adalah untuk memperbaiki dasar pemikiran dan kepantasan dari praktik-praktik belajar mengajar, memperbaiki pemahaman dari praktik belajar mengajar, serta memperbaiki situasi atau lembaga tempat praktik tersebut dilakukan.

Dari keempat ide pokok diatas, dapat disimpulkan bahwa PTK adalah pencermatan yang dilakukan oleh orang-orang yang terlibat didalamnya (guru, peserta didik, kepala sekolah) dengan menggunakan metode refleksi diri dan bertujuan untuk melakukan perbaikan diberbagai aspek pembelajaran. Dengan kata lain, PTK adalah percermatan yang dilakukan oleh guru didalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki profesinya sebagai guru, sehingga hasil belajar peserta didik terus meningkat.



DAFTAR RUJUKAN

Arikunto, Suharsimi, et al. (2006). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Mc. Niff, J. (1992). Action Research Principles and Practice. Kent: Mackays Of Chathan PLC.



Related Posts

Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Oleh

1 komentar:

"semoga yang memberikan komentar diberikan berkah kebaikan dari Allah, dijauhkan dari kejahatan, dan diberikan pahala ilmu dan amal jariyah dari sepenggal kata yang ia tinggalkan amiin :) "