Sabtu, Februari 16, 2019

Kesalahan Umum Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Merasa telah Bertindak, Padahal Belum
Ciri khas PTK adalah adanya tindakan secara nyata dan konkret yang dilakukan oleh siswa atas dasar instruksi dari guru. Tindakan tersebut tidak boleh sembarangan, tetapi harus dapat dibenarkan secara teoretis. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah, bahwa tindakan tersebut harus sesuai dengan tugas profesional seorang guru, dan juga tindakan tersebut tidak boleh mengubah situasi alamiah pembelajaran yang telah ada.

Kesalahan umum yang sering terjadi pada PTK adalah, guru atau peneliti merasa seolah-olah telah bertindak, padahal sebenarnya belum melakukan tindakan. Sekadar contoh, peneliti menemukan masalah terkait dengan kurangnya sarana prasarana belajar dikelas. Atas dasar termuan tersebut, guru berinisiatif melakukan PTK yang tujuannya untuk mengadakan sarana dan prasarana belajar, Caranya, ia mengajukan usulan kepada kepala sekolah agar mengadakan sarana prasaranan belajar sesuai dengan kebutuhannya. Ini jelas bukan termasuk tindakan sebagaimana yang ditentukan dalam PTK, sebab tindakan itu lebih tepat disebut usulan, bukan tindakan. Dengan kata lain, ia hanya memberi perintah yang tidak terkait secara langsung dengan praktik pembelajaran.

Seharusnya, tindakan yang dilakukan adalah dengan mengembangkan kreativitas guru maupun murid, sehingga kekurangan sarana dan prasarana itu dapat diatasi dengan solusi alternatif yang lain. Tentu saja, fasilitas alternatif tersebut seharusnya dipikirkan dan dibuat oleh para siswa sendiri, bukan guru. Ini baru tindakan yang sesuai dengan tugas dan profesionalisme seorang guru.

Kesalahan lain adalah guru atau peneliti bertindak dengan melampaui kapasitasnya sebagai guru, bahkan cenderung serabutan. Misalnya, dalam proses identifikasi masalah, guru menemukan bahwa kebanyakan siswa yang terlambat masuk ke sekolah adalah karena mereka bangun kesiangan. Atas dasar temuan ini, lantas guru mengambil tindakan untuk menghimbau para orang tua murid untuk membangunkan anak-anaknya lebih pagi. Ini juga bukan tindakan guru dalam kapasitasnya sebagai tugas profesional mengajar.

Apa yang seharusnya dilakukan oleh guru adalah memberikan motivasi siswanya agar mereka mau meminta bantuan kepada orang tua untuk membangunkan para siswa agar tidak bangun kesiangan. Lebih baik lagi bila siswa mau menyadari pentingnya bangun lebih pagi agar tidak terlambat. Jadi, siswa melakukan tugas atas instruksi guru. Ini baru tindakan yang sesuai dengan tugas profesionalisme guru.

Tidak Tampak Keaslian Penelitian
Kesalahan umum yang kebanyakan tidak disadari oleh peneliti adalah para guru mempunyai kecenderungan untuk ikut-ikutan mengangkat tema yang sama dalam melakukan PTK. Terlebih lagi, jika peneliti ikut-ikutan meneliti tema atau subjek yang sudah diteliti oleh peneliti terdahulu dengan alasan untuk mencontoh penelitian yang telah ada. Hal ini akan berdampak pada hilangnya nilai keaslian penelitian yang hendak diangkat karena tema atau subjek yang sama sudah banyak digali dan diteliti oleh peneliti-peneliti yang lain.

Kurangnya nilai keaslian dari penelitian inilah yang menjadi salah satu faktor penting tertolaknya sebuah laporan PTK. Oleh karena itu, pernyataan keaslian ini perlu dicantumkan pada Bab 2, yakni pada bagian tinjauan pustaka. Jadi, setelah mengkaji berbagai penelitian yang relevan, perlu ditunjukkan posisi penelitan yang diangkat dari sekian banyak penelitian yang telah ada.

Tidak Penting
Kesalahan umum yang lain adalah kurang penting atau tidak pentingnya nilai dari sebuah PTK. Meskipun peneliti bisa membangun argumen sebanyak mungkin, tetapi jika hal yang diteliti itu hanya membahas hal-hal yang tidak penting, maka penelitian tidak akan banyak manfaatnya. Penting yang dimaksud disini adalah adanya masalah krusial yang akan menimbulkan dampak yang lebih buruk jika tidak segera diatasi dengan PTK.

Oleh karena itu, identifikasi masalah harus dilakukan dengan analisa yang tajam sehingga peneliti dapat menemukan masalah yang benar-benar penting dan mendesak untuk segera diatasi melalui PTK. Jika hal ini tidak dilakukan, maka peneliti akan terjebak pada masalah-masalah rutin dan sederhana yang tidak layak untuk dipecahkan melalui PTK. Akibatnya, masalah yang diangkat bukan masalah yang krusial dan mendesak untuk segera diatasi, tetapi lebih cenderung kepada mencari-cari masalah dan pura-pura memberi solusi. Dengan kata lain, peneliti sering kali mencari-cari permasalahan tersebut tidak layak diangkat menjadi PTK.

Teknis Penulisan Kurang Ilmiah
Penulisan laporan PTK berbeda dengan penulisan tulisan lepas atau artikel bebas populer. Penulisan laporan PTK harus ilmiah dengan memerhatikan kaidah-kaidah penulisan karya ilmiah. Susunan kalimat yang jelas, penggunaan tanda baca, sistematika pembahasan, dan sebagainya telah diatur dalam standar penulisan karya ilmiah. Sekadar contoh, susunan kalimat harus menggunakan aturan S-P-O-K; menggunakan catatan kaki, atau bentuk lain yang telah diatur sebagai rujukan kutipan, sehingga penulis terhindar dari pasal plagiasi. Tentu saja, hal yang tidak kalah pentingnya adalah sistematika penulisan mulai dari judul, pengantar, daftar isi hingga penutup semuanya harus tersusun secara sistematis.

Alur Logika Tidak Konsisten
Bangunan logika yang tidak konsisten dalam PTK akan sangat terlihat dalam penyusunan laporannya. Inilah sebabnya, mengapa laporan PTK begitu mudah ditolak karena memang mudah dirunut alur logikanya. Bagaimana alur logika yang konsisten tersebut? Alur logika yang konsisten adalah adanya ketersinambungan antara akar masalah, rumusan masalah, rencana tindakan, metode yang digunakan, dan hasil penelitian, yang seluruhnya terbatas hanya pada jawaban atas rumusan masalah yang telah ditetapkan.

Sering terjadi adalah pembahasan hasil penelitian pada Bab IV tidak sesuai dengan rumusan masalah pada Bab I. Mungkin juga teori yang digunakan dalam Bab II kurang tepat dan metode penelitiannya kurang terperinci. Akibatnya, esensi penelitian justri tidak tercapai. Konsekuensinya, laporan penelitian terkesan seperti karangan atau deskripsi kelas semata. Seharusnya, dalam menguraikan pembahasan, memang ditujukan secara khusus untuk menjawab rumusan masalah yang telah ditetapkan pada Bab I.



Related Posts

Kesalahan Umum Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Oleh

"semoga yang memberikan komentar diberikan berkah kebaikan dari Allah, dijauhkan dari kejahatan, dan diberikan pahala ilmu dan amal jariyah dari sepenggal kata yang ia tinggalkan amiin :) "