Jumat, Februari 15, 2019

Bagian Isi Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Bagian isi laporan PTK terdiri dari lima bab utama, yaitu pendahuluan, kajian teori dan tinjauan pustaka, metode penelitian, hasil penelitian, dan penutup. Berikut ini adalah keterangan bab demi bab isi dari laporan PTK tersebut.

Bab I Pendahuluan

Sebagian besar, bahkan hampir seluruh isi bab ini memuat isi dalam proposal PTK. Secara lebih rinci, bagian ini terdiri dari unsur-unsur atau sub bab sebagai berikut:

Latar Belakang Masalah 
Sub bab ini memuat deskripsi secara lengkap dan terperinci, disertai dengan data faktual awal yang menunjukkan kondisi sebuah kelas yang sedang bermasalah. Kemudian, juga ditegaskan bahwa permasalahan tersebut adalah penting dan segera harus diatasi, karena jika dibiarkan akan berujung pada proses pembelajaran yang tidak bermutu. Disamping itu, pada bab ini juga harus dicantumkan langkah-langkah yang akan dilakukan tindakan untuk mengatasi masalah tersebut. Langkah atau tindakan tersebut harus didukung oleh teori yang kuat agar tidak terkesan hanya sebagai upaya 'trial and error'.

Rumusan Masalah
Rumusan masalah adalah problem statement (formulation) berupa kalimat pertanyaan yang ingin dijawab dalam penelitian. Secara terperinci, unsur-unsur dalam rumusan masalah memuat who, what, when, where, dan how.

Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian adalah harapan setelah penelitiannya berhasil. Oleh karena itu, tujuan umum dan khusus harus jelas, agar indikator keberhasilannya terukur dengan baik. Indikator perlu dicantumkan karena menjadi target tindakan yang akan dilakukan.

Manfaat Penelitian 
Unsur ini terdiri dari pemaparan mengenai manfaat dari penelitian bagi siswa, guru, maupun sekolah. Tetapi, hendaknya peneliti tidak berlebihan dalam mencantumkan manfaat penelitiannya, karena target utama atau manfaat utama PTK adalah untuk siswa.

Bab II Kajian Teori dan Tinjauan Pustaka

Bagian ini berisi pembahasan mengenai teori-teori pendukung tindakan yang dikenakan dalam penelitian. Jadi Bagian ini bukanlah terjemahan penelitian kata demi kata yang ada dalam judul penelitian. Kebanyakan guru mengisi bagian ini dengan menjelaskan pengertian judul secara harfiah. Misalnya, guru mengangkat judul "Peningkatan Aktivitas Belajar Matematika dengan Metode Inquiry untuk Kelas VI SD". Lantas, bagian ini menjelaskan kata-kata dalam judul tersebut yang diambil dari kamus, seperti peningkatan, aktivitas, belajar, matematika SD, dan inquiry. Jika ini terjadi, maka yang dipaparkan disini bukan sebuah teori, melainkan hanya terjemahan kata per kata semata.

Kajian teori yang dimaksud pada bagian ini adalah petunjuk atau arahan bahwa tindakan yang akan dikenakan kepada siswa mempunyai dasar yang jelas secara ilmiah dan dapat dibenarkan secara teoretis. Menurut Supardi dalam Suyadi (2012), bagian ini secara terperinci memuat unsur-unsur sebagai berikut:

satu, Ada teori-teori yang memberi arahan atau petunjuk tentang variabel permasalahan yang dipecahkan serta variabel, yang digunakan untuk mengatasinya.
dua, Terdapat usaha dari peneliti untuk memberikan argumen bahwa tindakan yang akan dikenakan pada siswa dalam penelitian diambil dan didukung oleh referensi baku atau standar, sehingga secara teoretis tindakan tersebut dibenarkan secara teori ilmiah.
tiga, Terdapat gambaran yang jelas mengenai kerangka berpikir penelitian yang akan dilakukan.
empat, Hipotesis tindakan (jika diperlukan).

Bab III Metode Penelitian

Metode penelitian dalam PTK merupakan deskripsi proses tindakan yang akan dikenakan kepada siswa secara detail dan padat. Dengan kata lain, metode penelitian dalam PTK berisi langkah-langkah yang akan ditempuh peneliti dalam mengenakan tindakan kepada siswa. Secara terperinci, didalam langkah-langkah penelitian tersebut, metode penelitian tindakan kelas memuat unsur-unsur sebagai berikut:

satu, Subjek penelitian (guru).
dua, Setting atau tempat penelitian.
tiga, Desain berupa rancangan penelitian atau cara-cara baku penelitian yang memuat berapa siklus penelitian diselesaikan, alat apa yang digunakan, media apa yang perlu disiapkan, dan lain sebagainya.
empat, Jenis instrumen dan cara penggunaannya, misalnya dengan menggunakan angket, wawancara, observasi, dan sebagainya.
lima, Pelaksanaan tindakan secara nyata dan konkret. Tindakan ini didasarkan pada analisis akar masalah yang ditemukan dan dilakukan secara fleksibel atau tidak secara ambisius.
enam, Cara pengamatan, misalnya: dengan pengamatan langsung, dengan alat bantu kamera, atau dengan bantuan pengamat khusus secara kolaboratif.
tujuh, Analisis dan refleksi, cara menganalisis dan dampak tindakan, kemajuan yang diperoleh, serta kelemahan-kelemahan yang ditemukan.

Bab IV Hasil Penelitian

Secara umum, bagian ini berisi tiga pokok bahasan utama, yakni setting penelitian, hasil penelitian, dan pembahasan. Berikut ini adalah keterangan ketiga pokok bahasan tersebut.

Setting Penelitian
Bagian ini berisi setting atau gambaran secara lengkap mengenai kondisi kelas tempat dilakukan penelitian. Semakin lengkap data kelas (seperti jumlah siswa, sarana prasarana, guru, media, dan lain sebagainya) maka semakin baik setting penelitian. Terlebih lagi, jika peneliti mampu merekam data kuantitatif yang dapat dimaknai secara kualitatif, tentu data ini sangat bermanfaat bagi tergambarnya kondisi nyata dari kelas yang akan diteliti.

Hasil Penelitian
Bagian ini berisi inti laporan, yakni hasil atau temuan penelitian. Mengingat pokok bahasan ini menjadi inti penulisan laporan, maka pemaparan pada bagian ini harus lengkap dan komprehensif. Siklus demi siklus dan perkembangan antara siklus yang satu dengan yang lain harus disajikan dengan jelas. Penyajian data dengan jelas dapat dilakukan dengan grafik, tabel, maupun skema gambar.

Pembahasan
Pokok bahasan ini berisi interpretasi peneliti secara kualitatif terhadap data-data yang diperoleh dan telah tersaji pada bagian-bagian sebelumnya. Dengan kata lain, bahasan ini merangkaum seluruh siklus dan semua aspek penelitian, kemudian diformulasikan kedalam bentuk tabel maupun grafik. Penelitian harus mampu mendeskripsikan setiap peristiwa disemua siklus, khususnya peningkatan yang dicapai. Kemudian, peneliti juga mengemukakan faktor-faktor keberhasilan tersebut, dan atau faktor kegagalan dengan berbagai alasan yang rasional.

Bab V Penutup 

Secara umum, penutup pada laporan PTK hanya terdiri dari dua hal, yakni kesimpulan dan saran. Kesimpulan berisi hasil analisis seluruh isi laporan dengan menyesuaikan antara rumusan masalah dan pembahasan. Sedangkan saran berisi penerapan hasil penelitian dan tindak lanjut jika penelitian akan diteruskan.



DAFTAR RUJUKAN

Suyadi. (2012). Panduan Penelitian Tindakan Kelas. DIVA Press. Jogyakarta.



Related Posts

Bagian Isi Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Oleh

"semoga yang memberikan komentar diberikan berkah kebaikan dari Allah, dijauhkan dari kejahatan, dan diberikan pahala ilmu dan amal jariyah dari sepenggal kata yang ia tinggalkan amiin :) "