Kamis, Januari 31, 2019

Penelitian Kualitatif Kuantitatif dan Pengembangan

Penelitian adalah sebuah proses mengumpulkan dan menganalisis data dengan proses yang sistematis serta logis guna mencapai tujuan tertentu. Teknik mengumpulkan dan menganalisis data yang dimaksud dalam hal ini adalah teknik yang menggunakan metode-metode ilmiah, baik itu bersifat kualitatif ataupun juga kuantitatif, eksperimen dan non eksperimen, dan lain sebagainya tergantung pada tujuan dari penelitian yang ingin dicapai. Metode-metode yang akan dipergunakan tersebut telah dikembangkan intensif, dengan berbagai proses uji coba sehingga membentuk suatu prosedur yang baku berdasarkan ciri atau karakteristiknya masing-masing.

Penelitian adalah upaya guna mengembangkan ilmu pengetahuan, menurut Walberg dalam Mc Millan dan Schumacer (1997), terdapat lima langkah dalam mengembangkan ilmu pengetahuan melalui tahap penelitian, yaitu; pertama, tahap identifikasi masalah penelitian; kedua, studi empiris; ketiga, proses pengulangan atau replika; keempat, tahapan penyatuan dan review hasil; kelima, tahap penerapan dan evaluasi. Dari kelima tahapan tersebut akan didapatkan hasil yang merupakan tujuan dari kegiatan penelitian.

Pengertian Penelitian Kualitatif
Menurut Bachri (2010) Penelitian kualitatif adalah penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kejadian, peristiwa, fenomena, aktivitas, sosial, sudut pandang, persepsi, tindakan, keyakinan atau kepercayaan, pola pikir masyarakat baik individu ataupun pola pikir dalam kelompok.

Menurut Sukmadinata (2007), penelitian kualitatif adalah penelitian yang bersifat induktif, permasalahan dibiarkan muncul oleh peneliti dari data-data yang dikumpulkan untuk ditarik suatu interpretasi. Data-data yang dikumpulkan tersebut dihimpun secara seksama dan sistematis, beserta catatan-catatan yang ditambahkan dari hasil proses wawancara beserta dengan hasil dari analisis dokumen-dokumen ataupun catatan-catatan lainnya.

Tujuan Penelitian Kualitatif
Ada dua tujuan utama dari penelitian kualitatif (Bachri, 2010), yaitu;
Satu, Menggambarkan dan mengungkapkan peristiwa atau kejadian yang ada dimasyarakat.
Dua, Menggambarkan dan menjelaskan peristiwa atau kejadian yang ada dimasyarakat.

dari kedua tujuan penelitian yang telah dijelaskan sebelumnya, maka penelitian kualitatif memiliki beberapa paradigma seperti yang diungkapkan oleh Lincoln dan Guba dalam Alwasilah (2008):

satu, Natural setting; dimana latar belakang penelitian dan waktu yang digunakan untuk meneliti adalah alamiah.
dua, Humans as primary data-gathering intrumens; manusia atau peneliti yang melakukan kegiatan penelitian berperan sebagai instrumen pengumpul data primer.
tiga, Use of tacit knowledge; atau menggunakan ilmu pengetahuan dan informasi yang tidak eksplisit.
empat, Qualitative methods; penerapan atau penggunaan metode kualitatif pada kegiatan penelitian.
lima, Purposive sampling; proses memilah sampling secara purposif.
enam, Inductive data analysis; pendekatan analisis data yang dilakukan secara induktif atau bottom-up.
tujuh, Grounded theory; penerapan teori dasar yang berlandaskan pada data yang bersifat berkelanjutan atau terus-menerus.
delapan, Emergent design; perancangan penelitian yang muncul dengan sendirinya.
sembilan, Negotiated outcomes; merupakan hasil kegiatan penelitian yang telah disepakati oleh peneliti dan juga para responden yang terlibat dalam kegiatan peneltian tersebut.
sepuluh, Case-study reporting modes; cara menyampaikan hasil penelitian yang meliputi tata tulis dan gaya bahasa yang dipergunakan pada hasil tulisan.
sebelas, Idiographoc interpretation; atau tafsir kontekstual.
dua belas, Tentative application of findings; menerapkan tentatif terhadap hasil kegiatan penelitian.
tiga belas, Focus determined boundaries; adalah batas dan cakupan dari ranah penelitian yang ditentukan oleh fokus dari kegiatan penelitian.
empat belas, Spesial criteria for trustwortginess; penelitian mengikuti tata aturan atau kriteria khusus dalam penentuan kepercayaan dan mutu dari penelitian.

Berdasarkan karakteristik dari paradigma penelitian kualitatif maka penelitian ini mempunyai 'jalur' sendiri untuk menemukan solusi dari permasalahan yang telah diteliti. Hasil dari jawaban yang didapatkan sifatnya unik atau spesifik pada subjek tertentu pada penelitian. Ini dikarenakan tujuan dari kegiatan penelitian kualitatif adalah untuk menemukan suatu teori yang bukan hanya sekadar hasil verifikasi dari sebuah teori lain yang telah diteliti atau ditemukan, dimana hasil penarikan kesimpulan hanya berlaku pada subjek penelitian dan tidak digeneralisasikan.

Manfaat Metodologi Kualitatif
Karena bentuk metodologi kualitatif yang spesifik dan tidak terbatas hanya pada satu subjek penelitian tertentu saja, maka metodologi penelitian ini memiliki beberapa kegunaan (Sukmadinata, 2007), yaitu:

Bagi para pengembang teori, metodologi kualitatif sangat cocok untuk jenis penelitian ekploratori dan penemuan.

Sumbangan baru bagi penyempurnaan praktik, hal ini karena hasil dari penelitian menghasilkan suatu deskripsi serta analisis baru tentang suatu kegiatan penelitian, baik itu berupa proses ataupun juga peristiwa atau kejadian-kejadian penting.

Sumbangan terhadap proses pengambilan kebijakan, hasil dari penelitian kualitatif dapat dipergunakan dalam hal pengambilan keputusan, implementasi, dan perubahan-berupahan kebijakan dalam suatu sistem atau proses.

Sumbangan terhadap klarifikasi isu atau tindakan sosial dimasyarakat. Studi kasus tersebut dapat dilakukan atau difokuskan pada pengalaman-pengalaman yang terjadi dalam kehidupan sosial.

Sumbangan bagi studi kasus, yang hasilnya mungkin belum bisa diselesaikan atau ditemukan solusinya dengan beberapa metode penelitian yang lain.

Ciri-ciri Penelitian Kualitatif
Karena karakter dari penelitian kualitatif yang spesifik, maka jenis penelitian ini juga memiliki ciri atau karakteristik dalam proses penelitiannya (Bachri, 2010):

Ciri pertama adalah latar ilmiah, kegiatan penelitian kualitatif dilakukan berdasarkan latar ilmiah. Artinya dalam perancangan kegiatan penelitian berdasarkan kenyataan-kenyataan yang utuh dan tidak bisa dipisahkan secara konteks keseluruhan. hal ini diasumsikan bahwa: (a) tindakan pengamatan pada proses penelitian memengaruhi apa yang dilihat, sehingga kegiatan penelitian harus mengambil latar atau tempat pada keutuhan dalam konteks agar dapat memahami kegiatan penelitian. (b) kegiatan atau fenomena haruslah diteliti dalam keseluruhan proses kegiatan lapangan. (c) peneliti harus menyatu atau menjadi bagian dari kegiatan penelitian atau jangan sampai peneliti tersebut masih menjadi bagian terpisah atau asing dari kegiatan penelitian.

Ciri kedua adalah peneliti berperan sebagai instrumen penelitian. Manusia tidak hanya berperan dari luar kegiatan penelitian tetapi menjadi bagian utama dalam hal pengumpulan data penelitian. Hal ini dikarenakan bahwa hanya manusialah yang dapat memahami berbagai kenyataan yang terjadi dilapangan. Manusialah yang dapat merasakan atau menilai apakah kehadiran individu pada kegiatan penelitian tersebut dapat menjadi suatu pengganggu atau tidak, dan juga hanya manusialah yang mampu menemukan solusi atas permasalahan yang ditemukan pada kegiatan penelitian yang terjadi dilapangan.

Ciri ketiga, bahwa metode kualitatif digunakan pada penelitian adalah karena: (a) metode kualitatif lebih mudah menyesuaikan terhadap kenyataan-kenyataan ganda, (b) mampu memberikan data secara langsung terhadap para peneliti dan responden yang terlibat dalam kegiatan penelitian, (c) lebih peka dan lebih mudah melakukan penajaman terhadap berbagai pengaruh atau pola-pola nilai yang dihadapi dilingkungan. 

Ciri keempat, analisis induktif digunakan dengan beberapa pertimbangan berikut: (a) proses induktif dapat digunakan untuk menemukan informasi ganda pada data penelitian, (b) analisis induktif koneksi antara peneliti dan responden menjadi eksplisit dan bisa dikenal, (c) analisis induktif bisa dipergunakan untuk menguraikan latar belakang masalah secara penuh dan juga dapat dipergunakan dalam pembuatan keputusan mengenai bisa atau tidaknya pengalihan kepada latar lainnya, (d) analisis induktif lebih dapat menemukan pengaruh bersama guna mempertajam hubungan, (e) analisis induktif dapat digunakan dalam perhitungan nilai-nilai eksplisit sebagai bagian dari struktur analitik.

Ciri kelima adalah teori dasar (grounded theory). Peneliti melakukan studi lapangan dengan tangan kosong, tidak melakukan spekulasi mengenai kondisi lapangan yang akan dikunjungi. Setelah tiba dilapangan, peneliti memercayai kondisi yang terjadi dilapangan sehingga bersikap netral dalam pengambilan keputusan dan tidak membuat asumsi mengenai apa yang akan dikerjakan sebelum melakukan kegiatan penelitian secara langsung.

Ciri keenam, deskriptif data yang dikumpulkan dari hasil pengamatan berupa kata-kata, tingkah laku dan perbuatan, visual, dan bukan angka-angka, sehingga hasil laporan dari penelitian berisikan deskripsi dari data. Ini dianalogikan seperti seorang penjahit yang sedang merajut hingga tiap bagian harus ditelaah (dirajut) satu demi satu secara teliti. Pernyataan-pernyataan menggunakan kata mengapa, apa, dan bagaimana senantiasa akan dipergunakan oleh peneliti dalam laporan deskriptifnya.

Ciri ketujuh, lebih mementingkan proses diatas hasil. Hal ini dikarenakan adanya hubungan bagian-bagian yang diteliti akan lebih terlihat jelas jika diamati dari sudut pandang prosesnya. Peran dari kegiatan proses pada penelitian kualitatif adalah bagian yang sangat dominan atau sangat besar perannya. 

Ciri kedelapan, adanya 'batas' yang ditentukan oleh 'fokus' dari penelitian. Pada penelitian kualitatif penetapan fokus adalah bagian penting dari tahapan penelitian dalam usaha menemukan batas penelitian. Bila tidak ada batasan pada kegiatan penelitian kualitatif maka proses penelitian tidak akan ada hentinya atau juga dapat berlangsung selamanya.

Ciri kesembilan, ada penentuan kriteria khusus yang digunakan untuk menilai keabsahan data. Bila tingkat objektifitas dalam penggunaan data pada penelitian kualitatif tidak objektif, maka proses dan hasil dari penelitian kualitatif dapat dianggap tidak sah.

Ciri kesepuluh, desain atau perancangan yang bersifat sementara. Penelitian kualitatif harus melakukan perancangan desain secara berkelanjutan yang kondisinya disesuaikan dengan kondisi sesungguhnya yang terjadi dilapangan, jadi tidak pada kegiatan penelitian ini tidak dapat digunakan desain yang disusun secara ketat atau kaku.

Ciri kesebelas, hasil dari kegiatan penelitian kualitatif dirundingkan dan disepakati bersama. Hasil dari kegiatan penelitian kualitatif menginginkan pengertian dan hasil dari interpretasi yang didapatkan selama proses yang dirundingkan dan disepakati bersama oleh manusia dijadikan sebagai sumber data baru bagi ilmu pengetahuan ataupun juga sebagai alat pertimbangan baru dalam proses mengambil keputusan.

Pengertian Penelitian Kuantitatif
Menurut Warsito (2013) penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah yang disusun secara sistematis terhadap bagian dan fenomena beserta kaitan-kaitannya.

Tujuan Penelitian Kuantitatif
Tujuan dari penelitian kuantitatif adalah pengembangan dan penggunaan model-model matematis, berbagai teori kajian dan atau hipotesis yang memiliki keterkaitan terhadap fenomena alam. Tahap dan proses pengukuran adalah bagian fundamental dari penelitian kuantitatif karena hal ini memberikan hasil pengematan empiris dan ekspresi matematis dari keterkaitan atau hubungan-hubungan kuantitatif (Warsito, 2013).

Ciri-Ciri Penelitian Kuantitatif
Salah satu ciri dari penelitian kuantitatif adalah dilakukannya uji statistik data yang bertujuan untuk menganalisis data penelitian yang dapat mengarah pada jawaban dari pemecahan masalah (rumusan masalah) dan pengujian hasil hipotesis yang diteliti. Sebelum melakukan mengujian hipotesis penelitian, dilakukan terlebih dahulu serangkaian tahap uji statistik terhadap data baik itu pretest maupun data post-test yang telah diperoleh (Asyhari dan Hartati, 2015).

Kelebihan dan kekurangan Penelitian Kuantitatif
Menurut kajian dari Mulyadi (2011) kedua pendekatan tersebut (kualitatif dan kuantitatif) memiliki kelebihan serta kekurangannya masing-masing. Pendekatan kualitatif prosesnya banyak memakan waktu, reliabilitas hasilnya sering dipertanyakan, prosedur yang digunakan tidak baku, desain dari proses penelitian tidak terstruktur, dan penelitian jenis ini tidak dapat dipakai pada penelitian skala besar karena hasil penelitian dapat terkontaminasi dengan subjektifitas peneliti.

Pendekatan kuantitatif memiliki kesulitan dalam hal kontrol variabel yang memiliki pengaruh terhadap kegiatan penelitian serta diperlukan ketelitian dan kecermatan pada proses penentuan dan pengambilan sampel, pengambilan data, dan hasil akhir dari analisis. Sehingga yang menjadi permasalahan pokok pada penelitian kuantitatif alah kemampuan dalam hal generalisasi hasil dari kegiatan penelitian dan seberapa jauh hasil dari proses penelitian dapat digeneralisasikan terhadap populasi. Sementara itu, penelitian kualitatif mencari data tidaklah untuk melakukan proses generalisasi, melainkan mengamati proses yang terjadi selama kegiatan penelitian.

Penelitian Pengembangan
Penelitian Riset dan Pengembangan atau biasa dikenal dengan sebuatan R & D (Research and Development) adalah proses penelitian yang digunakan untuk mengembangkan dan atau menguji suatu produk (Borg and Gall, 1983). Dimana proses yang digunakan dalam kegiatan penelitian ini adalah pengembangan berdasarkan hasil temuan atau penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, meliputi kegiatan uji coba yang telah diatur dan akan dipergunakan serta direvisi untuk diperbaiki kekurangan ataupun ditingkatkan kemampuannya yang berlangsung selama kegiatan penelitian dilakukan.

Tujuan Penelitian Pengembangan
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Rofita dan Rohayati (2016) tujuan dari metode penelitian pengembangan (R&D) adalah untuk menghasilkan produk baru dari hasil penelitian (sebelumnya) dan menguji keefektifan produk yang telah dibuat tersebut. Model pengembangan ini juga terdiri empat tahapan yang dilakukan meliputi tahapa analisis (define), tahap desain, (design), tahap pengembangan(develop), dan tahap penyebaran (disseminate).


Daftar Rujukan

Asyhari, A. dan Hartati, R. (2015). Profil Peningkatan Kemampuan Literasi Sains Siswa Melalui Pembelajaran Saintifik. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni. 04: 179-191.


Alwasilah, Chaedar. (2008). Pokoknya Kualitatif. Jakarta: Pustaka Jaya.

Bachri, S. B. (2010). Meyakinkan Validitas Data Melalui Triangulasi Pada Penelitian Kualitatif. JUrnal Teknologi Pendidikan. Vol. 10 No.1, April 2010 (46-62).

Borg, W. R. dan Gall, M. D. (1983). Educational Research: An Introduction (4th Edition). New York: Logman Inc.

McMillan, James H., and Schumacher, Sally. (1997). Research in Education: A Conceptual Introduction, New York: Addison - Wesley Educational Publisher, Inc.

Mulyadi, M. (2011). Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Serta pemikiran dasar menggabungkannya. Jurnal Studi Komunikasi. Vol. 15, No. 1.

Rofita, V. dan Rohayati, S. (2016). Pengembangan Ujian Online Berbasis LAN Menggunakan Preprocessor Hypertext Protocol Materi Pajak Penghasilan. Jurnal Pendidikan Akuntansi (JPAK). Vol. 04. No. 03.

Sukmadinata, Nana Syaodih. (2007). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Warsito, H. (2013). Perbedaan tingkat kemandirian dan penyesuaian diri mahasiswa perantauan suku batak ditinjau dari jenis kelamin. Jurnal Penelitian Psikologi. Vol. 01, nomor 02.



Related Posts

Penelitian Kualitatif Kuantitatif dan Pengembangan
Oleh

2 komentar:

  1. belum ada contoh studi kasus nya,

    BalasHapus
  2. isi materi untuk penelitian kuantitatif dan R&D nya masih terlalu sedikit...

    BalasHapus

mohon untuk melakukan koreksi jika terdapat kesalahan pada penulisan blog ini,